Senin, 08 Juni 2009

Guru-Anak Didik sebagai Dwi tunggal

Guru-Anak Didik sebagai Dwi tunggal

Motto : Guru Cerminan pribadi yang mulia Anak didik Cerminann pribadi yang dinamis keduanyaberada dalam proses interaksi edukatif dalam pembinaan yang Paripurna

Guru adalah unsur manusiawi dalam pendidikan. Guru adalah figur manusia sumber yang menepati posisi dan memegang peranan penting dalam pendidikan. Ketika semua orang mempersoalkan masalah dunia pendidikan, figur guru masih terlibat dalam agenda pembicara terutama yang menyangkut persoalan pendidikan formal di sekolah. Hal itu tidak dapat disangkal, karena lembaga pendidikan formal adalah dunia kehidupan guru sebagai besar waktu guru ada di sekolah, sisanya ada di rumah dan di masyarakat .
Di sekolah, guru hadir untuk mengabdikan diri kepada umat manusia dalam hal Anak Didik. Negara menuntut generasinya yang memerlukan pembinaan dan bimbingan dari guru. Guru dengan sejumlah buku yang terselip di pinggang datang ke sekolah di waktu pagi hingga petang, sampai waktu mengajar dia hadir di kelas untuk bersama-sama belajar dengan sejumlah anak didik yang sudah menantnya untuk di berikan pelajaran. Anak didik ketika haus ilmu pengetahuan dan siap untuk menerima nya dari guru. Ketika itu guru sangat berarti bagi anak didik. Kehadiran seorang guru sangat berarti baginya. Kehadiran seorang guru di kelas merupakan kebahagian bagi mereka. Apalagi bila figur guru itu sangat di senangi oleh mereka.
Guru dan nak didik adalah dua sosok manusia yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Boleh jadi, di mana guru disitu ada anak didik yang ingin belajar dari guru. Sebaliknya dimana anak didik disana ada aguru yang ingin memberikan binaan dan bimbingan kepada anak didik. Guru dengan ikhlas memberikan apa yang diinginkan oleh anak didiknya. Tidak ada sedikitpun dalam benak guru terlintas pikiran negatif untuk tidak mendidik anak didinya meskipun barang kali sejuta permasalahan sedng merongrong kehidupan seorang guru.
Pada hakikatnya guru dan anak didik bersatu. Mereka satu dalam jiwa, terpisah dalam raga. Raga mereka boleh terpisah, tapi jiwa mereka tetap satu Dwitunggal yang kokoh bersatu. Posisi mereka boleh berbeda, tetapi tetapseiring dan setujuan. Bukan seiring tapi tidak setujuan. Kesatuan jiwa guru dengan anak didik tidak dapat dipisahkan oleh dimensi ruang, jarak dan waktu. Tidak pula dapat di cerai beraikan oleh lautan, daratan dan udara. Guru tetap guru dan anak didik tetap anak didik. Meskipun sewaktu-waktu pensiun dari pengabdiannyadi sekolah atau anak didik yang telah menamatkan sekolah di lembaga tempat guru tersebut mengabdikan diri.
Menjadi guru berdasarkan tuntutan pekerjaan adalah suatu perbuatan yang mudah, tetapi menjadi guru berdasarkan panggilan jiwa atau tuntutan hati nurani adalah tidak mudah, kaerena kepadanya lebih banyak dituntut selalu pengabdian kepada anak anak didik daripada karena tuntutan pekerjaan dan material oriented. Guru yang berdasarkan pengabdiannya karena panggilan jiwa merasakan jiwanya lebih dekat dengan anak didiknya. Ketiadaan anak didik di kelas menjadi pemikirannya, kepada anak didinya tidak hadir di kelas, apa yang menyebabkannya dan berbagai pertanyaan yang mungkin guru ajukan ketika itu.
Uraian di atas adalah gambaran figur guru dengan segala kemuliannya, yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, bukan karena pekerjaan sampingan. Oleh karena itu, wajarlah dikatakan bahwa guru adalah cerminan yang mulia. Figur guru yang mulia adalah sosok yang dengan rela hatinya mengisikan waktunyademi kepentingan anak didik, menasehati anak didik, membimbing anak didik, mendengar keluhan anak didik, membantu kesulitan anak didik dalam segala hal yang bisa menghambat aktivitas belajarnya, merasakan kedukaan anak didik, bersama-sama dengan anak didik pada waktu senggang, berbicara dan bersenda gurau di sekolah, di luar jam kegiatan interaksi edukatif di kelas, bukan hanya duduk di kantor dengan dewan guru dan membuat jarak dengan anak didik.
Akhirnya guru dan anak didik adalah DWITUNGGAL . kemulian guru tercermin kepada pengabdiannya kepada anak didik dalam interaktif di sekolah dan di luar sekolah.

0 komentar: